Halaman

TRANSLATE

Selasa, 31 Mei 2011

Ninja's Demon Hunter In Kuro Gakuen chp 47. New Student=old Student

"Nnng.." aku menggumam di dalam tidurku. Terasa cahaya matahari dari jendela menyinari tubuhku

-Sejak kapan aku membuka jendela?

Mataku masih tertutup, untuk sesaat aku membuka mataku sedikit dan melihat rak buku dan meja dengan beberapa buku berserakan di atasnya.

-Ini bukan kamarku... Ah, benar juga.. Aku sudah pulang ya..

Berada di kamar sendiri terasa tenang, selama ini aku harus berbagi kamar dengan Ayame. Tak lama aku baru sadar, kalau bantal yang kupakai terasa empuk.

-Memangnya bantalku seempuk ini tadi malam?

Tetapi aku tak terlalu mempermasalahkannya karena aku masih mengantuk. Aku melihat pakaian sekolah yang tergantung

-Benar juga.. aku harus sekolah hari ini..

Aku mengubah posisi tidurku ke posisi telentang, seharusnya aku melihat langit-langit kamar, tetapi aku hanya melihat sesosok wanita berambut hitam panjang disertai pita bewarna kuning panjang yang mengikuti rambut bagian kanannya, "Sudah bangun ya, anak muda.." kata wanita itu dengan senyumnya yang terkesan jahil. Aku langsung terbangun kaget dan ingin meloncat turun dari tempat tidur, tetapi ia menahanku dengan menggenggam kedua bahuku, "Mau kemana..??" tanyanya dengan senyum yang sama. Tak lama pintu pun terbuka, "Rikimaru-sama, saatnya bangun" Yue melihatku yang sedang berada di posisi awal, dimana aku sedang tidur di pahanya ditambah, Ayame dkk ada di belakang Yue melihat hal yang sama, "Eh.. tunggu, ini salah paham..." kataku yang melihat awan merah dibelakang mereka.

BLLAAAAARRRR......................

Aku mengunyah roti bakar dengan tubuh yang berantakan dan mood yang jelek, "Kalian... terutama Ayame.." kataku yang berada di depan mereka, "Apa kalian tidak bisa mendengar penjelasanku dulu..????" sambungku dengan nada marah. "Pagi-pagi kau sudah marah duluan, itu tidak baik Riki-kun.." Wanita berambut hitam panjang itu memasukan nasi ke mulutnya dengan sumpit, "Itu semua akibat perbuatanmu, kau tahu perbuatanmu itu hampir membuatku kena serangan jantung.." balasku kepadanya, "Anu... siapa dia?" tanya Yoshida padaku, "Dia satu-satunya penyewa kamar disini, sekaligus teman dari ibuku. Ia manusia, tetapi lumayan banyak mengetahui hal-hal belakang. Namanya adalah, Yuiko, Yuiko Miharu.." kataku sambil memandang ke arahnya. "Hei Rikimaru.... kau ada disana..??" Suara Ren berasal dari luar rumah, terdengar suara pintu terbuka dan hentakan kaki, "Kau sedang makan ya? Kebetulan, aku ikut.." kata Ren sambil menerobos masuk dan membuka pintu kulkas, "Wua.. ada pudding, entah punya siapa, tapi siapa cepat ia dapat.." kata Ren sambil bersiap memakan puding itu, "Ren.." panggilku, "Kenapa? Kau juga mau?" ejeknya, "Bukan, tapi lihatlah kebelakang dulu.." balasku. Ren pun berbalik dan melihat Yuiko tersenyum cerah, "Hai Ren-kun... itu milikku..." katanya sambil menunjuk pudding itu. Ren langsung membeku dan mundur menjaga jarak dengan kaku, "A, A, Anego.... Aku lupa kau ada disini..." katanya yang berkeringat dingin, "Ah.. kau masih memanggilku begitu, kau ingin makan pudding itu?" tanya Yuiko dengan senyum lagi, kali ni Ren menggeleng sambil tertawa tertekan, "Hei.. Kenapa Ren terlihat takut?" bisik Hinata padaku, "Diantara kami, Yuiko yang paling tua. Lebihnya, ia menguasai Judo, Karate, dan Akido tingkat atas.." balasku. "Hee... menyenangkan mempunyai teman seperti itu..." kata Fuyu yang mendengar dengan nyaring, Yuiko pun berbalik ke arah fuyu, "Begitukah..?" tanyanya sambil mengelus Fuyu.

-Benar juga... aku lupa kalau pendengarannya dia itu tajam..

"Iya! Aku menyukai semua temanku.." kata Fuyu seperti anak kecil
"Begitu, siapa saja?" tanya Yuiko lagi

-Kurasa dia salah kira jika Fuyu itu satu angkatan denganku

"Banyak, Ayame, Rin-chan, Yue, Minata, Yoshida, Hina-chan, Rikimaru, Ren-chan. Ah.. Yui-chan juga.." balas Fuyu dengan ceria. Aku sempat tertawa ketika ia menyebut Ren dengan panggilan -chan.

"Hee.. jadi Ren-chan termasuk.." kata Yuiko sambil sedikit tertawa dan melihat Ren
"Diam kau.." kata Ren dengan kesal sambil meneguk teh yang kubuat
"Tapi, dimana Yui-chan ini?" kata Yuiko sambil menghitung dengan jarinya
"Ada di ruangan ini.." kata Fuyu tenang
"Hmm.. yang mana? Aku sudah mengenal orang-orang disitu tapi tidak tahu Yui-chan.." kata Yuiko sambil menatap Ayame dkk.
"Ini Yui-chan.." Kata Fuyu sambil menunjuk Yuiko

.............
........................
................................

"EEHHHH!!!!????" Kata Yuiko terkejut, Ren tertawa terbahak-bahak mendengar itu

-Memangnya ada orang lain yang memiliki Kata Yui selain dirimu..?

"Tunggu... panggilan macam apa itu..?" Kata Yuiko menolak
"Eh.. bukannya itu imut? YUI-chan...." kata Fuyu dengan bangga
"Jangan panggil aku begitu!" balas Yuiko
"....... Yui-chan..?" Kata Fuyu
"Ugh... Baiklah! Meski kau panggil aku begitu aku tak akan merespon!" Sahut Yuiko
"Yui-chan.. Yui-chan....?" panggil Fuyu
Yuiko tidak menghiraukannya, ia tetap menutup matanya walau agak sedikit merespon mendengar panggilan itu, kali ini Fuyu terlihat agak kesal
"Tidak masalah, meski kau tidak menghiraukannya, aku akan tetap memanggilmu Yui-chan.." kata Fuyu keras kepala
"UGGHH..... Kenapa anak sepertimu sangat keras kepala..." kata Yuiko yang tersungkur kalah
"Kalau begitu mulai sekarang kau adalah Yui-chan..." kata Fuyu senang

Pagi yang ribut.. tak ada bedanya sewaktu disana, yang ada malah tambah ribut.  "Ya, ya... tadi itu hiburan yang bagus di pagi hari, YUI-CHAN" kata Ren iseng. Saat itu Yuiko langsung menghilang dari lantai, ia berpindah ke belakang Ren dan memelintir lengannya sehingga membuat Ren menjerit dan nyaris mati. Tak lama bel rumah pun berbunyi, "Riiya, apa kau ada disana?" Suara Rin terdengar di balik pintu, "Ah, ada Rin-chan.. ini waktunya kita ke sekolah kan.." kata Ren sambil membuka Pintu, "Tunggu sebentar, aku mau mengambil tasku. Di saat itu Minata bertanya, "Sekolah, bagaimana dengan seragam kami?" tanyanya, "Eh, apa maksudmu?" balasku, Hinata terdiam bingung, "Yang sekolah hanya kami, bukankah yang dipindahkan hanya kami berdua?" kataku sambil tertawa kecil, "Tiga.." sahut Yue. Aku berbalik dan memandang Yue, "Aku masih sekolah disana.." kata Yue, "Hei, apa itu artinya.." kata Ren ingin menebak, "Ya, sewaktu aku ke kuro gakuen, aku tidak memberi kabar ke sekolah, dan langsung pergi." Aku dan Ren pun tertunduk, "sudah kuduga.." kataku berat, "sudahlah, kalian bisa diam dirumah ini seharian.." kataku sambil mengambil tas dan pergi.

"Aku akan memperkenalkan kalian murid pindahan..." kata seorang guru lelaki yang berkacamata dan berambut terang yang agak panjang. Dia adalah Kyosuke Takari, wali kelasku yang dulu, dan sekarang menjadi wali kelasku lagi, di kelas yang sama. Terdengar suara heboh dari dalam kelas, seperti biasa, mereka menebak-nebak murid pindahan. "Sensei... siapa mereka..?" Tanya seorang murid dengan semangat. Takari-sensei pun keluar menemui kami, "Tak kusangka kalau kalian lagi.." katanya dingin. Aku dan Ren pun masuk, dan dalam seketika, kehebohan tadi reda, "Ini dia murid pindahannya, Rikimaru Kaguya, dan Ren Mikaido.." kata Takari-sensei. "Bukannya kalian barusan pindah??" tanya seorang murid, "Urusan keluarga.." kataku. Mau bagaimana pun, pindah ke sekolah yang sama itu mencurigakan, apa yang direncanakan oleh kepala sekolah??

"Untuk tempat duduk kalian..." kata Takari-sensei sambil melihat daftar duduk, "Yang lama saja, masih kosong kan?" kataku sambil menuju meja yang berada di dekat jendela, pelajaran pun dimulai.

"Hei... aku bosan...." kata Fuyu mengeluh
"Kalau dia tak ada jadi terasa aneh ya.." sambung Yoshida
"Lalu kalian mau apa? Kita juga belum mengenal dunia manusia dengan baik.." kata Ayame cuek
"Kalau kita mengikutinya maka tak ada masalah kan?" Minata memberi solusi
"Eh..?"
"Kita bisa mencari Rikimaru dengan mengikuti bau'nya. Bahkan ada Kiriya, dia pasti tahu dimana Rikimaru.." sambung Minata
"Benar Juga...." kata Fuyu
"Hei, apa kalian tak dengar apa katanya tadi? Dia bilang untuk diam dirumah.." Kata Hinata tegas
"Kalau begitu kau saja yang diam disini" kata mereka pada Hinata
"Hei! Tunggu aku!" kata Hinata yang mengikuti mereka

Saat itu aku sedang istirahat, aku dan Ren didera beribu-ribu pertanyaan, dan pada akhirnya, kami bisa makan dengan tenang.

"Kau populer ya.." kata Yuiko mengejek
"Siapapun akan populer jika mengalami kondisi yang sama.." Balasku
"Riiya..." Panggil Rin dengan menarik lengan bajuku
"Tentang gadis berambut biru itu.. aku sudah dengar dari Ren dan apa itu benar?" tanyan Rin dengan nada khawatir
"Tenang, itu keputusanku.." kataku sambil memakan bekal

"WOOAAA..... Ada segrombolan cewek imut di halaman sekolah..." kata seorang murid sambil menatap keluar jendela, "Mana? Mana?" sambung yang lain, "Wooa... Coba lihat itu, rambut kuning yang panjang, dia orang asing ya..?" Perkataan itu sempat membutaku tersedak, "Wanita berambut biru itu juga imut, Tapi coba lihat, yang berambut putih pendek tampaknya dingin.." Keringat dinginku pun keluar, "Hei.. ciri ciri yang mereka katakan itu.." kata Ren berbisik, "Ah.. tampaknya mereka menuju kesini, LUCKY...." kata orang-orang sambil menunggu di depan pintu. Tak sampai lima menit mereka tiba, "Ah, Rikimaru ketemu......" Kata Fuyu sambil menunjukku dengan nyaring. Pandangan orang pun menuju ke arahku, "Hei Kaguya!!! Siapa mereka!!??" tanya salah seorang dari mereka, "Tidak kenal.." kataku mengelak, "Bohong!! Barusan dia memanggilmu Rikimaru!!" Balasnya, "Apa maksudmu tak kenal? Bukannya kau tidur satu kamar denganku?" kata Ayame

PRROOOTTT.....

Minuman yang kuminum tersembur keluar dari mulutku, pandangan orang-orang langsung berubah seperti ingin menghabisiku, "Kenapa kalian ada disini!!??" tanyaku pada Ayame dkk, "Kami bosan..." Jawab Ayame cuek, tiba-tiba Rin menarik bajuku, "Aku belum dengan tentang hal itu.." katanya sambil tersenyum seram, "Aku juga.." kata Yuiko, "Nanti kujelaskan, pokoknya sekarang kalian pulang!!" kataku sambil mendorong mereka keluar. Tepat pada saat itu Takari-sensei pun berada di depanku. Wajah serius Takari-sensei menatapku, "Kenapa ada orang diluar sekolah masuk kesini?" tanyanya dengan serius, "Takari-sensei.. coba lihat! Rikimaru punya harem.." Pancing seseorang dari kelasku, "Bukan!! Maaf, saya akan segera membawa mereka kembali..." kataku sopan. Takari-sensei menatap Ayame dkk sejenak, "Pergilah ke ruang guru dan minta seragam, bilang dari diriku, Takari. Dan kalian yang dibelakang, berikanlah tempat duduk untuk mereka semua.." kata Takari-sensei, aku pun terdiam, "Anu.. apa maksud anda Takari-sensei..?" kataku, "Kaguya-kun.. apa yang ada dalam pikiranmu saat melihat ini?" tanyanya sambil menarik Kiriya, "..... Wanita berambut biru dan bermata biru?" kataku, "Benar, dan yang terpenting mereka cantik.." Perkataan Takari-sensei membuat seisi kelas terdiam, "Para wanita cantik adalah dambaan setiap pria, dan saat ini ada 5 lady yang memenuhi kriteria, dan apa kau akan melepaskannya begitu saja? Kita harus menyambut mereka dengan sopan.." sambung Takari-sensei dengan muka serius dan tenang. "WOOOO..... Itu benar Takari-sensei!!!!" Teriak murid yang lain, "Kau adalah guru yang sejati sebagai pria sejati!!!" Sambung yang lain, "Kau keren Takari-sensei!!!!!!!" Sahut mereka semua, "Apa kau itu benar-benar guru.." pikirku sambil menyerah.

Pelajaran pun berlanjut, yang berbeda adalah bertambahnya 5 murid wanita. Mereka duduk tak jauh dariku, dan mereka sama sekali tidak mengikuti pelajaran. Di saat aku membaca buku, ponsel ku bergetar. Aku melihat ada e'mail masuk secara diam-diam, tertulis, [Yuiko Miharu]
-Apa yang dia lakukan kali ini?
Aku pun membalas mail'nya

[Hei riki, aku bosan..]
[Apa yang kau mau Yuiko-san?]
[Ayo kita main..]
[Main? Apa maksudmu?]

Aku yang agak bingung menerima e'mail darinya lagi. Kali ini e'mail gambar, sebuah gambar yang tak jelas. Sebuah corak garis Biru dan putih secara horizontal berselang-seling. Tak lama ada e'mail lagi darinya, [Itu adalah CD Fuyu-chan..]

"OHOKH!!!!!!" Aku terbatuk keras sampai menarik perhatian semua orang, "Kaguya-kun, ada masalah?" tanya Takari-sensei sambil berbalik, "Tidak! Tidak ada apa-apa!" kataku gugup. Aku pun kembali duduk, terlihat Yuiko bersembunyi di balik buku pelajaran sedang tertawa

[Apa-apaan itu!!!]
[Haha.. bercanda, bercanda]
[Jangan bercanda seperti itu!]
[Tenang saja, itu bukan Fuyu-chan..]
[Kau hampir membuatku kena serangan jantung]
[Itu punyaku..]

"GUUUAAAAHH!!!!!!!!" Sekali lagi perhatian kelas tertuju padaku lagi, "Bukan! Tidak ada apa-apa! Aku cuma terbatuk.." kataku mengelak, "Batukmu unik.." kata Takari-sensei sambil kembali menulis

[lol, aku cuma bercanda. aku membuatnya dengan kertas dan spidol]
Aku menatap ke arah Yuiko dan melihat benda itu, "apa ini yang kau sebut main?" pikirku dengan kesal. Bel pulang pun berbunyi, "Kalian berlima.." Panggil Takari-sensei pada Ayame dkk, "Mulai sekarang ikutilah kelas, soal yang lain biar aku yang urus.." katanya sambil keluar dengan dingin.

-Kau sudah menguasai sekolah ya....

"Hei Yue.." Panggilku, "Ada apa Rikimaru-sama?" tanyanya, "Tolong belanja untuk makan malam, bawalah Ayame dan yang lain bersamamu untuk membantu, aku akan pulang bersama Ren dan mereka berdua" Kataku sambil menunjuk Yuiko dan Rin, Yue mengangguk dan pergi. Aku pun berjalan bersama Rin, Yuiko, dan Ren. "Kepala sekolah yang menarik.." Kata Yuiko, "Sikapnya kurang lebih seperti ibu dan kau bilang menarik?" balasku, "Maka dari itu, semua yang mirip dengan Mira-san itu menarik.." Kata Yuiko tertawa, "Seleramu masih tetap sama Anego.." kata Ren tertawa, "Riiya, terima kasih sudah mengantarku pulang, cukup disini saja, sampai jumpa besok.." kata Rin sambil berpisah, "Kalau begitu, aku juga akan berpisah disini, bye.." kata Ren sambil pergi ke arah kuilnya. "Hari yang heboh ya.." kata Yuiko sambil berjalan, "Ya, heboh sekali karena mail darimu.." balasku, Yuiko pun tertawa, tak lama kami sampai di rumahku. Disana terlihat Kakak sedang menyiram tanaman sambil merokok, tapi agak terbatuk, "Yuiko, masuklah duluan, aku ingin bicara dengan kakak.." kataku pada Yuiko dan pergi ke halaman samping.

"Yo.." Kataku, kakak pun menoleh dengan rokok dimulutnya
"Seharusnya kau bilang aku pulang.." balas kakak, aku diam dan menatap kakak agak lama
"Hei, kenapa kau merokok?" tanyaku
"Ng? Karena aku menyukainya.." kata kakak dengan senyum
"Kau barusan terbatuk, aku tahu kalau kau sebenarnya bukan perokok. Aku merasa heran, entah sejak kapan, kau mulai merokok. Jelaskan padaku.." Kataku dengan serius. Kakak pun mematikan rokoknya, "Cuma perasaanmu.." katanya sambil tersenyum dan pergi masuk ke rumah, "Oh iya, kemarin ayah pulang, kalau ingin kau temui dia ada di rumah utama.." kata Kakak sambil pergi, "Mengelak ya.." kataku sambil melihat beberapa putung rokok yang ada dibawah. Aku mengambilnya dan mengamatinya, putung rokok itu cuma terbakar sedikit dan bisa dibilang masih utuh. Aku pun tersenyum kecil, "Rikimaru-sama, Masuklah, makanan akan segera siap.." Kata Yue yang sudah pulang, aku pun berbalik, "Aku akan makan di rumah utama, sendirian.." kataku menegaskan, Yue nampak sedikit terkejut, "Aku ada urusan sedikit dengan Ayah, mungkin lebih tepat disebut, (Pertanyaan)" Kataku sambil masuk untuk bersiap-siap pergi.

------------------- By:  Yahya Scorellia Courtville

Tidak ada komentar: