Halaman

TRANSLATE

Senin, 17 Oktober 2011

Ninja's Demon Hunter In Kuro Gakuen chp 49. Story of Wolf

Malam yang dingin membuatku sedikit mengigil. Sekali lagi aku melihat sekeliling, dan hampir tak ada hawa kehidupan. Di jalanan hanya ada kami berdua. Kakak mengambil rute memutar yang jauh,



-Sepertinya cerita ini akan panjang



"Mengagumkan bukan.." kata kakak secara tiba-tiba. Aku menegakkan kepalaku, "Apa maksudmu?" balasku. Kakak terlihat tersenyum kecil, ia terus berjalan maju, "Suasana seperti ini, saat-saat dimana kau bisa melihat dunia dalam keadaan kosong, bukankah itu mengagumkan?" Jawab kakak dengan senyumnya yang tipis. Aku tak menjawab, untuk kali ini, kakak menunjukan sikapnya yang benar-benar berbeda dari kemarin, atau harus kukatakan, sikap aslinya. Cahaya bulan yang menembus pepohonan taman membuat pantulan cahaya di tanah terlihat berbeda, "Ini salah satu pemandangan kesukaannya.." kata Kakak.



Aku tersadar dari lamunanku, "Dia?" tanyaku. Kakak berhenti sejenak dan berbalik, "Ai.." jawab kakak secara pelan. Aku terdiam sejenak dan teringat akan dokumen yang kubaca di ruang data tadi, "Hiyoshi... Ai..?" Balasku, "Ya, benar.." kata kakak sambil kembali berjalan.



-Ai..? Hubungan mereka dalam ya.. sampai kakak memanggil nama kecilnya..



"Siapa sebenarnya Hiyoshi Ai itu...?" tanyaku dengan memberanikan diri



"Hpmh... Dia Ilmuwan..." jawab kakak enteng



"Ilmuwan yang membuatku berubah..." Sambung kakak



Kakak pun mulai berjalan lagi sambil menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.



"Saat itu ku hanya hanya orang bodoh yang hanya berpikiran tentang misi, sampai aku ditugaskan untuk mengawalnya" Kata kakak



----------------Akira ketika berumur 15-----------------



"Aku berjalan pulang pada malam hari dengan banyak darah menempel pada tubuhku. Aku memasuki gerbang dan bertemu ayah yang sedang ada diluar" Sambung kakak



Ayah: wah, wah, kau kembali dalam penampilan yang hebat..



"Aku diam tak bicara dan hanya pergi ke lorong dan berniat kembali ke kamarku"



Ayah: ckckck... dingin sekali.. Ya sudahlah, terima kasih atas kerja kerasmu. Ini cuma saran sih tapi, ada baiknya jika kau berhenti menjalankan misi pembunuhan..



"Aku pada saat itu pun berhenti melangkah, aku berbalik dan mendekati ayah"



Akira: Kalau begitu, cepat berikan aku 'Pisau merah taring serigala' itu!



Ayah: ...... itu mustahil....



Akira: Apa!? Apa Maksudmu!!



Ayah: Kau belum pantas untuk memegangnya..



Akira: Aku telah melakukan segala kegiatan ninja, dengan sempurna. Aku berhasil membunuh target-targetku, secara tersembunyi, tak terlihat, dan pasti! Aku sudah melakukan segalanya!!



Ayah: Karena itu.... kau belum pantas memegangnya, kau melupakan satu hal..



"Ketika mendengar itu aku naik darah. Aku berjalan maju dan ingin mencengkram kerah baju ayah, tetapi tanpa diduga, dia sudah ada disampingku. Dia memukulkan kipas besinya ke kepalaku secara pelan"



Ayah: Tanpa hal itu kau hanya orang buta yang tak berdaya



"Aku pun melihat ayah berjalan ke arah kamarnya. Dengan kesal aku menuju ke kamarku, tepat saat itu aku melihatmu"



Rikimaru: Kakak? Apa yang kau lakukan malam-malam begini?



"Sebenarnya, beberapa kali aku berpikir untuk melumpuhkanmu. Dengan begitu, hanya akulah yang dapat menjadi pewaris. Tetapi, aku pada akhirnya aku tak melakukannya. Saat itu aku hanya pergi tanpa menjawab, sewaktu di kamar aku merebahkan diri dan beristirahat sambil memikirkan perkataan ayah"



"Saat aku membersihkan senjataku di pagi hari, ayah memanggilku. Paling ia hanya memberikan misi seperti biasa lagi, itulah yang kupikirkan, tetapi.."



Akira: Ada apa? memanggilku di pagi hari seperti ini? Misi lagi?



Ayah: ya.. kau benar..



Akira: Huh... apa kali ini? mata-mata? Penghancuran? atau pembunuhan?



Ayah: ....... bukan hal yang semacam itu, hanya menjadi bodyguard saja..



"Saat itu aku terkejut, tak biasanya pekerjaan semacam itu diserahkan padaku"



Akira: Jangan bercanda, kenapa Misi untuk tingkat rendah semacam itu diserahkan padaku?



Ayah: Ini bukan tingkat rendah kok, ini misi tingkat atas. Tugasmu hanyalah menjaga orang ini..



"Ayah memberikanku sebuah dokumen, dokumen yang simpel, hanya berisi foto dan detail perintah"



Ayah: Namanya Hiyoshi Ai, umurnya sama denganmu. Dia adalah ilmuwan, dirinya banyak diincar oleh banyak orang. Yang mengincarnya bukan hanya orang tetapi negara juga.



Akira: Memangnya apa yang dia lakukan...



Ayah: Itulah seorang jenius. Karena hal itu, sulit baginya untuk percaya kepada orang-orang lain. Terlebihnya, banyak bodyguard yang mati ketika menjaganya, itulah sebabnya kita turun tangan



Akira: Sebelum itu... siapa yang mengajukan permohonan? Dia tidak percaya terhadap orang bukan? lalu kenapa ia meminta kita?



Ayah: Karena aku yang mengajukannya..



"Perkataan ayah saat itu membuatku terdiam sekaligus bingung. Sebenarnya, apa yang dipikirkannya"



Ayah: Kau akan lebih mengerti jika bertemu dengan orangnya. Sekarang pergilah ke tempatnya.



Akira: Sekarang...??



Ayah: Tentu saja, pekerjaanmu sudah dimulai semenjak hari ini, sekarang cepat pergi, atau ibumu yang akan membawamu kesana



"Aku langsung bersiap-siap untuk pergi. Dengan membawa semua peralatanku. Aku juga berpikir, apa tujuan ayah dibalik semua ini, dia bertingkah tidak seperti biasanya"



Ayah: Kau terlalu memikirkannya...



"Ayah yang duduk di kursi kamarku membuatku terkejut. Terlebihnya, ia membaca pikiranku. Tepat pada saat itu ia memberikan sebuah benda terbungkus dengan berantakan."



Ayah: Bila saatnya tiba bukalah ini..



Akira: Apa... ini?



Ayah: Kau akan tahu nanti, jangan mencoba membukanya sebelum saatnya.



"Ayah meninggalkan ruangan begitu saja, ketika di pintu ia berbalik"



Ayah: Jawaban untuk pertanyaanmu juga kurasa akan terjawab jika kau pergi kesana. Hiyoshi Ai... dia orang yang menarik, belajarlah dari dia..



"Kata ayah sambil pergi. Aku penasaran dengan isi dari bungkusan itu, tetapi tak ada waktu lagi, aku pun melempar bendaa itu masuk dalam tas perlengkapanku dan pergi. Aku harus menaiki kereta untuk sampai pada tempat itu. Rumah Ai terletak lumayan jauh dari rumah dan berada pada kota yang lain. Aku sesekali melihat surat kabar yang dibaca orang, tertulis namanya disitu. Kau dapat menggambarkannya sebagai seseorang yang sangat jenius dan berkepribadian yang kompleks saat itu. Seorang yang seumuran denganku memiliki kemampuan sebesar itu. Koran tersebut berpindah halaman, terdapat berita tentang pembunuhan dimana pelakunya tidak diketahui, saat itu aku tertawa kecil"



Akira: Tak seharusnya aku berkata begitu...



"Pelaku dari pembunuhan itu adalah diriku, saat mengingatnya aku merasa lucu. Tepat pada saat itu kereta yang kunaiki telah sampai. Aku pun turun dan segera mencari alamat sesuai peta yang berada di tanganku, sampai aku menemukannya. Sebuah gedung tinggi yang bertingkat bewarna putih, seperti bangunan dari perusahaan. Saat aku memasukinya terlihat jelas keamanan tempat itu tinggi, banyak penjaga bahkan polisi yang berkeliaran. Aku terus berjalan tanpa memperdulikannya, dengan mengikuti peta aku sampai pada ruangan besar di lantai teratas. Saat itu aku heran, (kenapa memilih tempat seperti ini? Saat terjadi apa-apa maka akan sulit untuk kabur, sebaliknya malah terperangkap), Begitulah pikirku. Ketika aku ingin membuka pintu bahuku telah ditahan oleh dua orang berbadan besar dengan berpakaian seperti bodyguard.



Penjaga 1: Siapa kau? Ini daerah terlarang, kau tak seharusnya masuk kesini.



Akira: Aku kemari atas perintah, aku ditugaskan untuk menjadi bodyguard Hiyoshi Ai selama beberapa hari di depan, bisa aku bertemu dengannya?



"Mereka berdua terdiam sejenak dan kemudian tertawa terbahak-bahak, mereka tidak percaya dengan yang kukatakan, bahkan mereka mengejekku."



Penjaga 1: HAHAHA.... Hei bocah, jangan main-main. Lebih baik kau kembali, apa yang bisa dilakukan oleh anak-anak sepertimu? Berapa Umurmu?



Akira: ....... 15 tahun....



Penjaga 2: HAHAHA!!!! apa-apaan itu? Dengan begitu kau bilang kau bodyguard? Apa yang bisa kau lakukan?



"Salah seorang mereka mencengkram kerah bajuku, dan itu membuatku mulai marah"



Penjaga 2: Pulanglah nak, sebelum kau menjadi makanan ikan..



Akira: ..... Bisa tolong kau lepaskan tanganmu? Atau tanganmu akan hilang?



Penjaga 2: Hahaha..... apa yang ingin kau laku.. UGGH!!!!!



"Aku memukul lengannya dari bawah dan segera memutarnya. Terdengar suara lengannya yang terlepas dari bahunya."



Penjaga 2: GAAGGHH.... GGYYYYAA!!!!!!!



"Dengan cepat aku memukul ulu hatinya dengan sikutku sehingga dia terjatuh kesakitan, aku segera mencengkram tenggorokannya dengan kedua jari tangan kananku, sedangkan tangan kiriku memegang tanganya yang terlepas."



Akira: Hei, apa kau ingin tahu bagaimana rasanya tenggorokanmu dilubangi dengan dua jari? Kau akan punya lubang bernafas tambahan..



Penjaga 1: He..Hentikan! Turunkan dia!!



Akira: Hmm..? Ah.. Pistol ya...?? pilihan senjata yang bagus tapi.. apa kau sempat menembakkannya?



"Aku yang tertawa pada saat itu membuat para penjaga itu takut, ketika aku berniat melemparkan pisau untuk membunuhnya terdengar suara nyaring."



?????: HENTIKAN!!!!!!!



"Aku segera menoleh, pintu yang tertutup tadi terbuka, dan ada sesosok seorang wanita muda. Dia berambut perak dengan mata hijau yang dilapisi oleh sebuah kacamata, dia, Hiyoshi Ai

------------------By: Yahya Scorellia Courtville

Tidak ada komentar: